Dua Bulan Terbaring Sakit, Pensiunan ASN Lamsel Butuhkan Satu Kursi Roda. Empati Pejabat Lamsel Mulai Menipis

1674

//Tetangga Pak Jauhari Banyak Terdapat Rumah Pejabat Lamsel

KALIANDA- Tampaknya, empati sejumlah pejabat terhadap warga pensiunan yang terbaring sakit dikediamannya sudah mulai menipis. Padahal, hasil penelusuran media ini, untuk warga pensiunan ASN yang sedang terbaring sakit dirajangnya hanya membutuhkan satu buah kursi roda saja. Tujuannya, agar pensiunan Disnaker Pemkab Lamsel itu, bisa beranjak dari tempat tidurnya agar bisa menuju kamar mandi atau ruangan lainnya di rumah itu.

Adalah Jauhari (60), Pensiunan ASN, warga Perum Ragom II Kelurahan Way Urang Kalianda Lamsel. “Kami sakit seperti sudah 2 bulan lebih. Saat ini, sudah sebulan lebih hanya bisa terbaring diatas kasur saja. Dan, yang saya butuhnya saat ini hanya kursi roda dua, agar saya bisa pergi ke kamar mandi untuk buang air besar kecil,” sebut Jauhari, saat media ini mengunjungi rumah Jauhari, pada Minggu (6-4-2025).

Dalam kondisi itu, media ini cukup terkaget karena belum ada pejabat dilingkungan tempat tinggalnya yang mengunjungi atau berikan bantuan satu buah kursi roda. Padahal, disekitar rumahnya, tinggal sejumlah pejabat Pemkab Lamsel. Terpantau media ini, rumah rumah para pejabat Lamsel itu sangat dekat dengan rumah Jauhari. Sebut saja diantaranya ada Bapak Muhadi Asisten ADUM, Sepri Masdian tercatat sebagai Kadis Damkar Lamsel, Mahad tercatat Sekretaris BPKAD Lamsel, Abidin Kabid Disporo Lamsel, Jupri Sekretaris Dinsos Lamsel, dan pejabat struktural lainnya.

Istrinya, kemedia ini sempat menceritakan asal muasal penyakit yang dialami suaminya tersebut. Menurut wanita berhijab ini, saat memasuki bulan puasa lalu, bapaknya sempat pingsan. Lalu, dibawalah ke RS Imanuel. Setelah tiga hari dirawat, bapak sembuh. Tapi seminggu kemudian, bapak sakit lagi. Lalu dibawa lagi ke RS Imanuel lagi.”Kemudian sembuh lagi, tau tau bapak sakit lagi, dibawalah ke Adven. Di RS itu diketahui, bapaknya ada penyakit lambung dan emah.

Setelah sembuh, satu Minggu di rumah, bapaknya sakit lagi dan dibawa lagi ke RS Adven. Ternyata bapaknya didiagnosa sakit kolesterol dan lambung. Setelah satu Minggu, persisnya mau lebaran bapaknya sakit lagi. Dan, dibawalah ke RS kelas B RS Urip. “Di RS Urip itulah, diketahui Hb bapaknya rendah hanya 6 Hb saja,” jelas istri Jauhari, sambil mengusap air matanya. Kemudian saat lebaran kumat lagi dibawalah ke RSUD Bob Bazar Kalianda.

“Di RSUD, kita barulah tau, ternyata bapaknya menderita lever,” ungkapnya. Sejak saat itu, lanjutnya, bapaknya hanya bisa berbaring saja dan kakinya sangat lemah tidak bisa lagi menahan tubuhnya. “Sejak saat itu, bapaknya hanya di kasur saja tak bisa kemana mana.

Oleh karena itu, saat ini saya sangat membutuhkan kursi roda agar bapaknya bisa ke kamar mandi atau ke ruang lainnya,” ungkap istri Jauhari sambil mengusap kembali air matanya. “Ya tolonglah, sampaikan ke Dinsos atau Bupati, kami butuh kursi roda. Jangan kan yang baru, yang bekas pun kami terima,” ucap Ibu yang tak henti hentinya meratapi nasip suaminya tersebut. (asof)