KALIANDA- Meski masih menggunakan dana milik yayasan pendidikan islam, proyek pembangunan di SMA Islam Kalianda masih dapat berjalan lancar. “Ya, Alhamdulillah, masih ada toko bangunan yang masih mau kasih hutang ke kita. Dari mulai batu, pasir, besi, rangka baja, semen hingga krikil, semuanya masih ngutang semua. Itung-itung, utang kami dengan toko bangunan, sudah nyampai diangka 200 juta. Semoga, target kami untuk menyiapkan lantai dasar dan tiang tiang penyangga bangunan dua lantai ini dapat selesai,” terang Kepsek Uun Qomarun Nadjmi, SAg, SH, ketika ditemui sedang mengontrol langsung pekerjaan pembangunan di SMA Islam Kalianda, Rabu (27/8).
Menurutnya, di tahun ini SMA Islam memang mendapatkan dana pembangunan dari pusat untuk 5 ruang dengan nilai 1.055.484.000,00 dari APBN tahun 2025. “Karena lahan yang sangat sempit dan terbatas, makanya bantuan pembangunan dari pemerintah kita buat secara vertikal atau bertingkat. “Saat ini, kita masih harus menyiapkan dulu untuk lantai dasar bangunannya dengan gunakan dana milik yayasan dulu. Itulah sebabnya, papan informasi belum kita umumkan ke publik karna masih gunakan dana yayasan dulu,” katanya.
Setelah struktur bangunan lantai dasar dan tiang tiang penyangganya selesai, lanjut Uun, barulah bisa kita mulai untuk bangunan 5 ruang yang dapat anggaran dari pemerintah itu. “5 ruangan yang akan kita bangun itu, satu ruangan untuk WC, satu ruangan untuk Perpus, satu ruangan untuk LAB, satu ruangan untuk RKB, dan satu ruangan untuk BK. Total ada 5 ruangan yang pembangunannya akan dibiayai pemerintah,” tambah Uun, seraya menjelaskan untuk SMA Islam Kalianda tahun ini mendapatkan sebanyak 176 siswa. (asof)