KALIANDA- Bukannya semakin meningkatkan kinerjanya, tapi kini Plt Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Devi, kinerjanya malah mirip dengan Mantan Kadis DLH sebelumnya.
Bahkan bisa jadi malah lebih parah kinerjanya dari sebelumnya. Selain sulit ditemui, telepon genggamnya pun tak mau lagi digunakan untuk komunikasi alias tidak komunikatif lagi. Terbukti, berkali kali kali kuli tinta menghubunginya tak pernah lagi mendapatkan jawaban, seperti sebelumnya ketika baru saja diangkat Bupati Lamsel sebagai Plt di dinas itu.
Meski teleponnya dalam kondisi aktif, setiap chat atau telepon dari kuli tinta tak pernah dibalas lagi. Akibat itu, kini kinerja Plt DLH jadi sorotan para kuli tinta di Lamsel. Ironis sekali, padahal sejumlah kuli tinta hanya ingin berikan laporan tumpukan sampah di kota Kalianda yang lama tak diangkut oleh DLH dan dibiarkan membusuk hingga menimbulkan bau tak sedap.
Kondisi ini tentunya akan merusak cintra Kota Kalianda menjadi kota yang kotor, tidak wangi, dan terkesan jadi kota yang jorok. Hal ini tentunya jika dibiarkan akan merusak Lampung Selatan sebagai daerah yang lagi getol getolnya membangun daerah pariwisata.
Seperti dilihat tumpukan sampah bau busuk di area Gor Way Handak Kota Kalianda. Tumpukan sampah di dekat kantor BUMD Lampung Selatan Maju dan Kantor BPBD Pemkab Lamsel itu, sudah lama tak terangkut hingga timbulkan bau busuk.
“Ya, pak sudah lama sampah itu numpuk disitu gak diangkut angkut. Sebelum tahun baru 2026, sampah itu sudah numpuk disitu, gimana ya DLH kok gak juga diangkut angkut. Ini kan daerah kota, apalagi daerah yang jauh dari kota,” sebut Pak Imron, staf kantor setempat ke media ini, Jumat (2/1/26). Hal sama diucapkan Rulli, pelaku UMKM penjual makanan sekitar Gor Wayhandak.
Kuli tinta yang juga Mantan ASN Pemkab Lamsel Pak Komar, Pak Kumis meminta Bupati Lamsel H. Radityo Egi Pratama dapat secepatnya mengevaluasi kinerja Plt DLH. “Bagusnya, bupati cepat lakukan evaluasi kinerja Plt Kadis DLH, sebelum dilantik jadi definitif,” imbuhnya.
Kesempatan itu, Pak Kumis mengatakan terkait tumpukan sampah terjadi juga di lingkungan perumahannya. “Belum aja saya ceritakan kondisi tumpukan sampah di perumahan itu,” ungkap Pak Kumis ke media ini. Anehnya, Plt Kadis DLH yang berhasil di konfirmasi terkait malah ngamuk ngamuk dan mebtakan ngancam ngancam. “Jangan ngancam ngancam saya, silahkan saja dikeluarin itu berita lama kan,” ucap Devi, melalui telepon genggamnya dengan nada tinggi seraya melarang untuk tidak ketemu dengan saya lagi.(asof)
















