BNNK Lamsel Ajak DPD Granat Sinergisitas Lakukan Aksi Bersama “Perang Terbuka Lawan Bandar Narkoba” di Lamsel

148

KALIANDA- Ajak sinergisitas “Peran Lawan Narkoba”, Kepala BNNK Lamsel AKBP Rahmat Hidayat SE MM kunjungi DPD Granat Lamsel yang dikomandoi Rusman Efendi SH MH di Kantor DPD Granat setempat. Selain untuk mulai lakukan aksi pencegahan peredaran narkoba di Lamsel, Kepala BNNK Lamsel meminta DPD Granat ikut berperan secara aktif melakukan upaya upaya pencegahan peredaran narkoba disemua lini kelompok masyarakat dari mulai desa, kecamatan, dan kabupaten. Begitu pula dari tingkat keluarga, kelompok masyarakat maupun organisasi massa, baik di lingkungan pendidikan maupun diluar pendidikan.

Menurut Rahmat Hidayat, pergerakan peredaran narkoba di Lamsel sudah merambah disemua kehidupan masyarakar tampa melihat usia. “Artinya, mulai dari usia remaja, dewasa, hingga orang tua, semua berpotensi terjangkiti narkoba,” jelasnya singkat, Kamis (7/8).

Menurut Kepala BNNK AKBP Rahmat Hidayat SE MM, dalam perang terbuka lawan narkoba ini, semua kekuatan akan kita kerahkan, baik itu peran pemerintah dari bupati, aparat desa, tokoh pemuda, pendidikan, organisasi, termasuk tokoh agama dan kiyai akan kita kerahkan. Bahkan kerjasama dengan DPD Granat kita lakukan agar kita bisa bersama berikan sosialisasi P4GN di desa-desa.

Lebih lanjut, Rahmat Hidayat mengatakan sejauh ini BNNK sudah lakukan upaya upaya pencegahan. Diantaranya, lakukan sosialisasi ke masyarakat, baik secara langsung maupun melalui spanduk, benner, dan baliho himbauan tentang pencegahan bahaya mengkonsumsi narkoba.

Disamping itu, pria peramah murah senyum ini membeberkan sejumlah strategi pencegahan peredaran dan rehabilitasi narkoba di Lamsel yang akan kita lakukan dengan melakukan sosialisasi P4GN ke desa-desa. “Saat ini, peredaran narkoba bukan hanya tidak di daerah kota saja. Tapi, kini sudah merambah ke desa desa. Salah satunya, kita kerjasama dengan desa binaan LBH Rusman Efendi, untuk berikan sosialisasi P4GN,” tambah pria humanis ini, seraya sebutkan dalam “Perang Lawan Narkoba ini” semua potensi kekuatan yang kita miliki, termasuk peran para kiyai dan tokoh agama akan kita kolaborasikan semaksimal mungkin.

Inti dari diskusi ini, lanjut Kepala BNNK, “perang lawan narkoba ini” harus kita menangkan. “Prinsip kita berani katakan No untuk narkoba,” imbuhnya, sambil menutup diskusi bersama Ketua DPD Granat Lamsel.

Disisi lain, dalam diskusi itu, salah satu anggota DPD Granat Lamsel menceritakan pengalaman hidupnya saat di usia remaja sudah kecanduan narkoba sejak lulus SMP hingga usianya mencapai 40 tahunan. Setelah, bertemu dengan ‘mentor’ akhirnya dapat menemukan jalan hidupnya kembali dan lepas dari ketergantungan narkoba, dengan kembali khusuk hidup rukun bersama keluarga dan lakukan rutin beribadah solat lima waktu.

Sedangkan Ketua DPD Granat Lamsel Rusman Efendi SH MH nyatakan sepakat jika dalam “perang lawan narkoba ini” harus kita lakukan dengan kontinyu dan gencar sosialisasikan P4GN di 160 desa-desa binaan lembaga kita. “Juga, sangat bagus jika dalam “perang lawan narkoba ini, kita tampilkan pula adanya ‘Duta Narkoba’ di Lamsel,” terangnya, seraya menyarankan supaya ‘duta narkoba’ itu sebaiknya diambil dari orang orang yang pernah kecanduan narkoba tapi akhirnya bisa lepas dari pengaruh dan ketergantungan narkoba.

“Begitu juga, sangat dibutuhkan peran dan dukungan bupati dan jajarannya agar “perang lawan narkoba dapat kita menangkan. Sinergisitas dan kolaborasi dengan semua potensi, termasuk tokoh agama ikut bergerak bersama mensosialisasikan P4GN ke desa desa dan sekolah sekolah, ” ucap Ketua DPD Granat Lamsel Rusman Efendi SH MH. (asof)