Bukan Kaleng- kaleng, Bupati Lamsel Gerak Cepat Turunkan Tim PUPR Lamsel Untuk Perbaiki Jalan Rusak Depan SMKN 1 Kalianda

67

KALIANDA- Respon cepat Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dalam memperbaiki jalan rusak, bukan kaleng kaleng. Terbukti, melalui Dinas PUPR Lamsel, Bupati Lamsel langsung menerjunkan tim PUPR guna lakukan perbaikan jalan rusak dijalan Dulhadi Perempatan Polsek Kalianda atau depan SMKN 1 Kalianda, Lamsel.

Pak Syarif, pengawas lapangan dari PUPR Lamsel mengatakan jalan rusak tersebut disebakan karena tanahnya labil. Akibatnya, jalan mudah rusak, bergelombang, berlubang, dan amblas, terutama saat musim hujan. Kondisi jalan seperti ini, jika dibiarkan tidak segera diperbaiki akan berbahasa timbulkan kecelakaan. Apalagi jalur ini banyak dilalui anak sekolah dan pemukiman padat penduduk. “Kita baru hari ini bekerja, sesuai arahan pimpinan, perbaikan jalan ini merupakan perbaikan jalan swadaya PUPR Lamsel. Sejauh ini, tim sudah langsung bekerja dengan menggali struktur jalan yang rusak dan pecah pecah. Jalan yang rusak diperkirakan panjang lebih kurang 100 meter dengan lebar 4 meteran dan kedalaman 1 meteran. Saat ini, Jalan rusak sudah kita keruk dengan gunakan 3 alat berat dari PUPR Lamsel,” tandas Syarif, Jumat (21/11)

Kesempatan itu, Syarif menjelaskan pengerjaan perbaikan badan jalan. Untuk saat ini, baru dalam tahap pengerukan jalan dan penggalian tanah hingga sampai tanah bercadas. “Maka dari itu, kita belum tahun brapa anggaran yang dibutuhkan untuk perbaiki jalan ini, saat ini sesuai printah atasan kita langsung cepat bergerak lakukan perbaikan jalan ini,” pungkas Syarif.

Dirinya pun mengungkapkan, untuk perbaikan jalan pertama tama dengan mengeruk jalan hingga galian tanah yang dikeruk terlihat tanah bercadasnya. Lalu, tanah yang sudah digali itu akan ditimbun dengan batu belah yang dipecah halus terlebih dahulu. Untuk disebar merata diatas tanah bercadas tersebut. Kemudian, barulah disiram pasir dan disebar sabes.

“Secara teknis seperti itu arahannya di tahap awal ini. Tujuannya, agar tanah tidak labil lagi. Kemudian setelah tanah mengeras, barulah dimulai perbaikan jalan seperti pada unumnya,” tutup Syarif seraya berharap pengerjaan perbaikan jalan ini cepat diselesaikan karena jalan ini merupakan jalur padat kendaraan baik roda dua maupun roda empat dan ramai dilalui anak sekolah.