Dampingi Keluarga, Sekdes Banjarmasin dan Ketua Forlas Beri Klarifikasi Ridwan bin M. Tohir Bukanlah Pelaku Pencurian Motor

495
Sejdes berbaju biru, Ketua Firlas mengenakan topi, dan orang tua Ridwan (M Tohir) mengenakan baju lengan panjang merah

KALIANDA (Newslampung.Co)—Dengan didampingi Aparat Desa Banjarmasing, Sekdes Khozali, SE dan Ketua Forlas Lamsel Yandi Efendi, SE, keluarga Ridwan M. Tohir (32) berikan klarifikasinya, terkait penangkapan dugaan curas oleh petugas kepolisian pada tanggal 7 April 2020 lalu, sekitar pukul 14.00 di desa setempat. Dalam penjelasannya di kediaman Ridwan, pihak keluarga menegaskan bahwa Ridwan yang kini ditahan di Polres Lamsel bukanlah seorang pelaku pencurian motor vixsen seperti yang telah dipublikasikan disejumlah media di Lamsel.

‘Sesuai surat penangkapan polisi, dan penjelasan pihak keluarga, warga kami Ridwan bukanlah pelaku pencurian. Tapi diduga sebagai hanya sebagai orang yang terlibat dalam kasus itu dikarenakan telah membeli motor yang ternyata motor itu merupakan hasil dari pencurian,” jelas Sekdes Banjarmasin, Khozali, SE ke media ini, saat berkunjung kekediaman Ridwan di dusun Tanjungan desa setempat, Jumat (17/4).

Pernyataan serupa diungkapkan pula oleh Ketua Forlas Lamsel ke media ini. “Kami tau persis perilaku Ridwan selama ini tidak pernah aneh aneh. Sesuai penjelasan pihak keluarga, Ridwan dalam persoalan ini hanya membeli motor saja untuk digunakan sehari hari, dan tidak tahu menahu soal asal usul motor yang dibelinya itu. Apalagi, Ridwan membeli motor bukan dengan orang yang tidak di kenal tapi membeli motor dari orang yang masih saudara sendiri atau masih sepupuan. Secara pribadi dan organisasi saya siap pasang badan untuk mendukung pihak keluarga bahwa Riduan bukanlah pelaku pencurian tapi hanya kebetulan saja membeli motor dari hasil pencurian,’ timpal Ketua Forlas Lamsel, Yandi Efendi, sambil menunjukkan ke media sebuah surat penangkapan dari polisi yang menjelaskan Ridwan hanya disangkakan sebagai penadah saja.

“Jadi perlu ada klarifikasi yang jelas tentang status Ridwan bukan seperti yang telah diberitakan sebelumnya yang menyebutkan Ridwan sebagai pelaku pencurian. “Kedepan media juga harus lebih jeli dan sesuai fakta, jangan sampai menjadi sebuah fitnah yang semakin menyusahkan keluarga Ridwan dengan menuding sebagai pelaku pencurian motor. Itu tidak benar, yang benar rekan kami Ridwan hanya sebagai pembeli saja,” lanjut Yandi.

Kesempatan itu, Sekdes Banjarmasin dihadapan keluarga Ridwan dan Ketua Forlas, menghimbau belajar dari persoalan yang menimpa warganya ini agar dalam membeli kendaraan dari seseorang, sebaiknya harus jelas asal usul motor yang akan kita beli atau kita gadai, meski dengan saudara sendiri. “Ini menjadi pelajaran penting, agar kita selamat dan tidak berurusan dengan hukum. Demikian pula untuk pihak keluarga jangan mudah dirayu dengan seseorang yang bisa membantu membebaskan Ridwan dengan sejumlah uang. Ikuti saja proses hukum di kepolisian, dan tetap berikan penjelasan yang sebenarnya bahwa Ridwan bukanlah seorang pencuri tapi hanya kebetulan saja membeli motor dari hasil kejahatan,” jelas Sekdes Banjarmasin mendampingi Kadesnya Umar Dani, usai menemui pihak keluarga Ridwan. (sof)