KALIANDA- Diduga tidak transparan dalam pengelolaan dana CSR dari PT Ranso Walfarindo, masyarakat dari tiga dusun mendatangi kantor Desa Sukamulya, Kec Palas, Lamsel. Warga mendesak Kades setempat Pujiadi menjelaskan dana CSR dari perusahaan Peternakan dan penggemukan sapi yang berlokasi di Desa Tanjung Sari, sejak 3 tahun lalu, tepatnya sejak tahun 2023.
Ketiga dusun yang mendesak Kadesnya transparan dalam pengelolaan dana CSR itu adalah Dusun Kuningan, Jogja, dan Blora. Padahal, dana CSR dari PT Ranso Walfarindo diberikan ke pihak desa setiap bulannya, sebesar Rp. 500 ribu. “Selama ini, kami diam saja, soal adanya dana CSR buat desa ini. Tapi, kini tidak lagi. Kami minta Kades dapat jelaskan pengelolaan dana CSR itu,” tukas Iwan, perwakilan warga dari Dusun Kuningan dengan suara lantang, Kamis (14/8).
Mendapatkan desakan warga, akhirnya Kades Sukamulya Pujiadi mengatakan bahwa selama ini dana CSR tersebut habis digunakan untuk kepentingan dusun. “Seperti Gorong-gorong, membantu kematian bagi masyarakat yang tidak mampu, dan keperluan dusun lainnya,” kilah Kades. (asof)