Gayung Bersambut, Pangeran Usulkan Dua Jalur Jalan Nasional Mulai Perempatan Air Mancur Hingga Blambangan, Perlu Juga Dibangun Ikon Lamsel

232

KALIANDA- Gayung bersambut. Gagasan Spektakuler Kabid Bina Marga PUPR Lamsel Hasan, disambut gembira tokoh adat Pangeran Tihang Marga, Pak Azhar Marzuki. Dalam penjelasannya, syah-syah saja untuk setiap elemen masyarakat mempunyai keinginan besar membuat Lampung Selatan lebih maju, cantik, dan indah. “Namun, seyokyanya untuk pembangunan dua jalur jalan nasional dibuat mulai dari perempatan air mancur hingga Blambangan. Lalu, ditengah dua jalur itu, bukan hanya pahlawan Raden Intan saja, tapi perlu dibangun juga Ikon Lamsel. Misalnya, pasangan pengantin atau siger Lampung,” jelas Pangeran Tihang Marga, Senin malam (18/8), melalui telepon genggamnya.

Dirinya juga mengatakan, untuk usulan dua jalur jalan nasional ini, pernah digadang gadang bersama bupati, kala itu ketika sedang berkampanye. Selain lebih mempercantik tampilan kota Kalianda, juga diyakini akan semakin banyak mendatangkan wisatan berkunjung ke Lamsel. “Yang pasti, jika memang rencana besar itu, akan diterapkan maka sebaiknya seluruh elemen tokoh masyarakat, termasuk para pangeran diikutkan diajak rembuk bareng,” katanya.

Kesempatan itu, dirinya mengaku senang untuk segala bentuk rencana yang bagus demi kemajuan Lamsel ke depan. Tapi semuanya, lanjut Pangeran, harus terencana dengan matang, tidak sekonyong konyong begitu. “Kita suport semua gagasan, usulan yang baik untuk kemajuan pembangunan Lampung Selatan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Gagasan spektakuler kembali muncul. Kali ini, gasan itu berkaitan dengan tata kelola kota Kalianda agar tampilan kota Kalianda lebih cantik. Adalah gagasan spektakuler itu untuk memindahkan tugu Pahlawan Raden Intan berada di tengah jalan Nasional.

Lalu, untuk jalan Nasional digagas akan dibuat dua jalur dimulai dari pintu masuk MPP hingga depan rumah makan palapa. Adalah Kabid Bina Marga PUPR Lamsel Pak Hasan, yang menggagas pemindahan tugu Pahlawan Raden Intan tersebut. “Selain rencana kita pindahkan, tugu Raden Intan akan kita rancang lebih besar dan kokoh. Gagasan ini bisa saja berjalan, jika seluruh masyarakat Kota Kalianda, terutama para tokoh adat mensetujuinya. Kita tidak berani memulainya, jika semua elemen masyarakat, termasuk tokoh adat tidak ikut berikan persetujuannya,” jelas Kabid Bina Marga PUPR Lamsel Hasan ke media ini, Senin malam.
(asof)