Imbas Dana Bansos “Nyangkrak” 140 M, Alzier Minta Pejabat Terkait Mundur

203

Ketua Umum LPPL Provingsi Lampung: “Buat Malu, Pejabat Provingsi Lampung Tak Mampu Urus Bansos Untuk Kesejahteraan Rakyat”

LAMPUNG– Ketua LPPL (Lembaga Pengawas Pembangunan Lampung) Alzier Dianis Thabranie, SE, SH, sangat prihatin terkait tidak tersalurkannya dana bantuan sosial untuk kesejahteraan rakyat Lampung. Selain menyikapi kondisi itu, Alzier juga meminta dengan kerendahan hati, pejabat yang terkait dengan bantuan sosial tersebut untuk mundur. “Kalau tidak mampu mengurus Provingsi Lampung ini, saya minta dengan kerendahan hati pejabat pejabat yang terkait dengan bantuan sosial tersebut untuk mundur saja. Buat malu, kita sampai ke tingkat Nasional dan terekspose, begitu. Cobalah, saudaraku Ketua PWI Lampung, bicaralah buka bukaan masalah ini. Jangan takut takut dengan penguasa kita di Lampung ini. Tolong lah, budaya malu itu di pakai. Tidak sanggup, tidak mampu urus rakyat Lampung, ya mundur saja,” ucap Alzier, tokoh masyarakat Lampung, yang peduli dengan kesejahteraan rakyat dan pembangunan di Provingsi Lampung ini, saat menyampaikan ke media ini, Minggu petang (6/2).

Menurut Alzier, keiklasan dan kesadaran untuk mundur dari jabatannya karena tidak mampu mrngurus rakyatnya merupakan sikap patriot. Apalagi, lanjut Alzier sampai buat malu kita semua. “Ketimbang di Interplasi suruh mundur, ini lebih gawat,” tambah Alzier. Lebih lanjut, pria yang berani dan tegas bersuara lantang dalam menyikapi pembangunan di Lampung ini, mengatakan untuk menindaklanjuti ketidakmampuan pejabat di Provingsi Lampung dalam mengurus bantuan sosial untuk kesejahteraan rakyat Lampung dari Departemen Sosial itu, dirinya mengaku telah memberitahukan masalah yang buat malu tersebut ke Ketua KPK Pak Firli Bahuri.

“Saya sudah minta langsung via Whatsupp ke Pak Firli Bahuri, supaya masalah masalah yang buat malu dan buat susah rakyat Lampung untuk di respon cepat,” ucapnya. Hal ini, lanjut Alzier, supaya pembangunan daerah Lampung bisa dapat terbangun dengan cepat. “Masak iya, ngebagi ngebagi duit bantuan sosial untuk kesejahteraan rakyat Lampung dari Dep. Sosial saja sulit amat. Sehingga bisa tidak tersalurkan begitu, sampai sampai Mensos Tri Risma Maharini marah marah di lapangan begitu. Buat malu saja, ini bantuan untuk rakyat kecil yang sedang susah akibat covid,” tukas Alzier.

Sebagaimana diketahui publik, diberitakan di sejumlah media Nasional, bahwa Menteri Sosial (Mensos) RI Tri Rismaharini sangat kesal, jengkel, dan marah marah. Kemarahan Mentri Sosial RI itu dikarenakan mengetahui secara langsung dana bansos yang “nyangkrak” di Provingsi Lampung hingga mencapai angka fantastis, sebanyak Rp140 miliar. Kekesalan Mensos RI tersebut diungkapkan ibu menteri saat kunjungan kerja di Lapangan Baruna, Karang Maritim, Kecamatan Panjang, Kota Bandarlampung, Jumat (4/2/2022). Padahal, kementerian Sosial telah menyalurkan dana bantuan sosial untuk kesejahteraan rakyat Lampung tersebut, lewat bank pemerintah, seperti BRI. Menteri Sosial mengaku sangat kesal dan kecewa dengan pengurusan dana bansos tersebut yang belum juga tersalurkan 18 sampai 20 persen di Provingsi Lampung. (asof)