Menguat, Perubahan Jalan Nasional Jadi Dua Jalur Akan Merubah Tampilan Wajah Kota Kalianda Lebih Maju dan Modern, Pemindahan Tugu Raden Intan Tak Perlu Izin Pusat

44

KALIANDA- Tampaknya, gagasan Kabid Bina Marga PUPR Lamsel Pak Hasan untuk buat tampilan wajah kota Kalianda lebih ekslusif, maju, dan modern makin menguat. Ini karena adanya suport yang dijelaskan tokoh masyarakat berstatus ASN Qorinirwan, yang diunggah di media sosial GWA, Rabu pagi (20/8).

Dalam penjelasannya, Qorinirwan menyebutkan perubahan fisik jalan nasional menjadi dua jalur merupakan langkah maju. “Namun, aspek anggaran dan penunjang lainnya perlu dihitung secara matang agar kedepan tidak jadi sebuah proyek mangkrak,” jelas priang yang akrab disapa Bang Qori oleh para awak media.

Sedangkan untuk merubah tugu/patung Pahlawan Raden Intan ditengah jalan nasional tidak perlu adanya izin sampai pusat.

“Pemindahan/ pembuatan patung/tugu Pahlawan Raden Intan tidak ada larangan. Siapa pun bisa membuat patung/tugu pahlawan nasional dari Teuku Umar, Cut Nyak Din, dan Pattimura. Asal, miliki tujuan jelas. Setidaknya, ada tiga tujuan utama yang jadi syaratnya,” terangnya, seraya sebutkan tiga syarat tujuan itu. Yani,
1. menjaga nama baik pahlawan dan jasa yang telah diberikan kepada bangsa dan negara
2. Menjaga dan melestarikan perjuangan, karya, dan nilai-nilai kepahlawanan.
3. Menumbuhkan dan membina semangat kepahlawanan.

“Termsuk tugu/patung Pahlawan Raden Intan yang berada di pertigaan dekat simpang Fajar, maka pemerintah daerah berhak penuh dan tidak perlu izin siapa pun untuk memindahkan, membuat tugu/patung Raden Intan tersebut. Bahkan, jika Pemda mau membuat ukurannya lebih kecil, atau bahkan membuat patung yang sangat besar, apabila tujuannya tidak menyimpang dari 3 point yang menjadi syarat tujuan itu maka tidak ada larangan,” tandas Bang Qori.

Tokoh masyarakat lainnya, Nivolin CH, SE,M.Si, mengaku sudah tahu. Mantan DPRD lamsel mengatakan pemaparan, penjelasan, dan edukasi, yang lebih konstruktif ke masyarakat perlu dipahami secara utuh dan jangan diterima sepotong potong. “Kita semua tahu, dari zaman dulu secara umum Lamsel merupakan daerah yang miliki potensi wisata. “Potensi Wisata ini, perlu dilengkapi dengan sarana dan prasara penunjang lainnya. Memang, jalan dua jalur itu bagus. Tapi, sarana penunjang seperti lampu penerangan jalan, tanda tanda petunjuk arah wisata dan fasilitas umum harus dilengkapi,” sebut Nivolin.

Meski begitu, Nivolin CH ingatkan terlebih dulu diperhitungkan secara matang terutama dari anggarannya agar kedepan proyeknya lancar dan tidak akan menjadi proyek yang mangkrak.

“Sayang, duit Lamsel dibuang buang percuma jika proyeknya mangkrak,” pesannya, seraya mengatakan selama ini perjalanan dari Bakauheni, kota Kalianda hanya sebagai tempat pelintasan saja. “Kedepan tampilan wajah kota Kalianda, memang sudah harus berubah lebih modern agar kota Kalianda banyak dikunjungi warga,” harap Nivolin CH.

Sebelumnya diberitakan Kabid Bina Marga PUPR Lamsel Hasan menggagas konsep tampilan kota Kalianda Maju dan Modern, melalui perubahan tampilan wajah kota Kalianda dengan merubah jalan nasional dari satu jalur menjadi dua jalur. Lalu, dilakukan pemindahan dan pembuatan patung pahlawan Raden Intan berada di tengah-tengah jalan nasional tersebut. Untuk lokasi tugu pahlawan berada dalam lingkaran yang sudah dibuat dua jalur tersebut. “Ini, baru gagasan untuk perkenalkan kota Kalianda. Itu pun, jika masyarakatnya mau merubah tampilan kota Kalianda agar lebih maju dan modern,” urai Hasan ke media ini. Sedangkan untuk perubahan jalan nasional jadi dua jalur, bagusnya mulai dari pertigaan tugu air mancur hingga depan rumah makan tiga saudara kalianda. (asof)