Merasa Kuat Besar Lengkap dan Banyak Relasi, Kontraktor Proyek Jalan 18,5 M Abaikan Keselamatan Kerja

268

KALIANDA- Mungkin saja merasa kuat, besar, lengkap, prosedural, hebat, dan banyak relasi, kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan jalan Simpang Tugu Raden Intan Kalianda dengan nilai pekerjaan mencapai 18,5 M, abai tampa melengkapi pekerja proyek dengan peralatan keselamatan kerja. Padahal, peralatan itu merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh setiap kontraktor pembangunan yang dananya bersumber dari APBD Lamsel tahun 2025.

Selain abai, kontraktor juga mempekerjakan pekerja dari luar Lamsel. “Pekerjanya, semuanya kita ambil dari Panjang Bandar Lampung. Dari belasan karyawan yang sedang kerja ini, hanya ada dua orang saja yang dari lokal sini di deket deket lokasi proyek ini, ” jelas pria yang mengaku sebagai kepala tukang saat ditemui sedang mantau para pekerja bangunan di lokasi proyek tersebut, Jumat (8/8).

Sedangkan Rudi, pengawas tehnik proyek senilai 18,5 M itu mengaku peralatan keselamatan kerja sudah ada. “Hanya saja, sedang tidak dipakai saja, Pak,” sebut Rudi, asal Kabupaten Pesawaran ini. Dirinya pun tak membantah jika beberapa hari sebelumnya para pekerja proyek yang sama tidak gunakan peralatan keselamatan kerja.

Menurut pengawas tehnik ini, peralatan keselamatan kerja itu semuanya tersimpan aman di kantor. “Cek aja langsung datang ke kantor di daerah Morotai di Urip,” katanya, santai.

Lebih lanjut, dirinya mengucapkan rasa syukur karena proyek pekerjaan jalan Tugu Raden Intan sepanjang 150 meter tidak butuh waktu lama lagi. “Syukurlah, proyek jalan beserta taman jalan senilai 18,5 M itu psudah hampir selesai. Ya, sejauh ini kita kerja aman aman saja dan lancar lancar saja,” pungkas Rudi, pria berperawakan kurus kecil ini.

Sedangkan untuk bahan baku seperti tanah, pasir, dan kerikil banyak kita ambil dari daerah sini saja atau dari lokal daerah sini saja. “Terpembangunanpembangunannya kita lakukan sesuai ketentuan, seperti lebar jalan untuk masing masing jalur 5 meteran dan panjang 150 meteran. Pekerjaan kita hanya sampai itu saja. Contoh untuk taman jalan hanya untuk sisi kiri jalan saja, sedang untuk sisi kanan tidak kita lakukan karena tidak ada lahannya lagi. Jadi, cuma sisi kiri saja yang kita bangun untuk taman jalan,” tambah Rudi, seraya meminta media ini untuk langsung berkunjung ke kantornya di daerah Morotai.

Terpantau media ini, beberapa cor semen cetakan untuk bangun taman jalan ada yang retak dan pecah. Namun, masih tetap saja digunakan untuk kebutuhan bahan baku taman jalan. Begitu pula untuk tanah Uruk taman yang digunakan banyak tercampur dengan tanah liat yang kenyal dan keras sehingga dipastikan tanah yang digunakan tidak subur.

Untuk diketahui, pekerjaan proyek yang bernama “penanganan long segment (pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, peningkatan/ rekontruksi) ruas sp. Tugu Raden Intan exit tol kalianda kecamatan Kalianda, dengan sumber dana APBD tahun 2025, dengan waktu kerja 150 hari kalender, dengan nilai kontrak 18,350.505.900,00, dikerjakan oleh PT Djuri Teknik dan konsultan supervisinya CV. Rancareka Arisindo. Sedangkan untuk no. dan tanggal kontrak 02/KTR/Kons-BM/DPUPR-LS/APBD/2025, 13-3-2025. (asof)