Miliki Pengalaman Jurnalistik, Humas Lapas Kalianda Akui Tak Alergi Media

126

KALIANDA- Ngobrol santai dengan humas Lapas Kalianda, Faza ternyata asyik juga. Pria yang mengaku memiliki pengalaman dibidang Jurnalistik ini, mengaku tak begitu alergi dengan wartawan. “Dulu, sebelum bertugas di Kementrian Hukum dan Ham, saya seorang Jurnalis. Rezeki dari Tuhan, saat ini saya bertugas di Lapas Kalianda. Itulah, makanya saya sangat menghormati kerja kerja jurnalistik dan tak akan pernah alergi dengan dunia wartawan,” ujar Faza, saat berbicang akrab dengan awak media di halaman Lapas Kalianda, pada Kamis siang (22-2-2024).

Menurut Faza, kegiatan jurnalis sangat lah berat dan tidaklah mudah. “Mengubah opini masyarakat dan membuat masyarakat cerdas, itu bagian sulit. Sebagai contoh kegiatan di Lapas ini,” ucap Faza. Berulang kali, Lapas menggelar oprasi Narkoba, tapi kita tidak menemukan barang bukti adanya kegiatan jual beli narkoba di Lapas ini.

Lalu, kegiatan itu diekspose oleh media, tapi ada saja masyarakat yang tetap berpikir kegiatan oprasi itu hanya seremonial saja, dan media yang mempublikasikan dianggap bekerjasama dengan Lapas, dengan mempublikasikan berita yang sesungguhnya terjadi, karna hasilnya selalu nihil. “Ini karena di masyarakat selama ini sudah tertanam bahwa jual beli narkorba itu di kendalikan dari dalam Lapas. Jadi, saat media mempunblikasikan rajia narkoba yang dilakukan pihak Lapas dengan hasil nihil. Tentunya, masyarakat tidak akan begitu sepenuhnya percaya,” tandas Faza, seraya mengatakan inilah yang saya maksud sulitnya merubah opini masyarakat, yang selama ini sudah terbentuk di benak pikiran masyarakat.

“Untuk mengubah, pikiran negatif itu, hanya medialah yang bisa lakukan itu. Tapi, sekali lagi tidaklah gampang media untuk mengubah opini masyarakat yang sudah terlanjur terbentuk negatif,” tambah Faza. Begitu pula, ketika media bertugas untuk mencerdaskan masyarakat. “Sebagai contoh di Pemilu yang baru saja berlangsung. Media berulang kali bersuara untuk menghindari politik uang,” ucap Faza. Tapi, lanjutnya, kenyataannya masyarakat tetap saja, tak berubah dan lebih tergiur dengan politik uang. (asof)