Pamsimas, Dulu Diabaikan Sekarang Dibutuhkan Warga

1696

Penulis : Agus Pamintaher


Newslampung.co. CANDIPURO-Mendengar nama Pamsimas di tahun 2013 sangat asing bagi masyarakat yang ada di Lampung Selatan. Karena program tersebut baru pertama kali disosialisasikan kepada Kepala Desa terkait dengan sarana air bersih.
Bahkan saat diundang sosialisasi kabupaten (Soskab), banyak dari Kepala Desa yang enggan untuk memanfaatkan program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Mereka seolah tidak membutuhkan air bersih di desanya, dengan alasan sudah ada sumur gali yang mampu mencukupi kebutuhan air bersih. Namun seiring berjalannya waktu, banyak warga yang justrui kekurangan air bersih saat musim kemarau. Kini, Pamsimas menjadi satu-satunya tumpuan bagi desa agar bisa memberikan program bantuan swakelola. Harapannya, tentu saja bisa memenuhi kebutuhan air layak konsumsi di masyarakat.

Melihat antusias masyarakat yang tinggal di pedesaan dan membutuhkan air bersih. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, sangat mensuport dan menambah desa yang mendapatkan program dengan dana APBD dari tahun ke tahun. Salah satu pejabat di Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Lamsel pernah mengatakan, sebelumnya masyarakat menganggap air yang selama ini digunakan sudah layak dan tidak perlu lagi ada bantuan sarana air bersih.

Sekarang program Pamsimas menjadi salah satu tumpuan masyarakat mendapatkan air layak konsumsi.Bahkan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto saat meresmikan proyek Pamsimas di Desa Cintamulya, Kecamatan Candipuro mengaku sangat berterima kasih ada program tersebut. Nanang bahkan mengakui, program Pamsimas sangat bermanfaat bagi masyarakat yang belum memiliki akses sarana air bersih dengan baik. Selain itu, Pamsimas juga menjadi solusi bagi masyarakat mengatasi masalah kekurangan air bersih disaat musim kemarau.

“Kemarau sekarang ini, sudah menjadi problem tahunan di masyarakat khususnya yang tinggal di pedesaan. Dengan hadirnya Pamsimas ini menjadi solusi untuk mengatasi kekurangan air bersih disaat musim kemarau,” ujar Nanang. Nanang pun akhirnya meminta kepada instansi terkait untuk memetakan daerah-daerah yang belum memiliki sarana air bersih atau kekurangan air bersih disaat musim kemarau. “Kita cari kecamatan mana yang kesusahan air disaat musim kemarau. Supaya (kemarau) ini tidak menjadi problem tahunan. Jadi melalui program Pamsimas ini kita diupayakan semua masyarakat bisa menikmati air bersih,” tandasnya.

Dari sekian puluh desa yang telah mendapatkan program Pamsimas dan kini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mereka mengaku sangat terbantu dan tidak lagi kekurangan air bersih. Melalui BPSPAM yang mengelola sarana air bersih di desa, masyarakat sudah bisa mendapatkan akses perpipaan hingga ke rumah. Dengan mengeluarkan biaya yang tidak terlalu mahal, air bersih layak konsumsi diterima masyarakat.

Seperti masyarakat yang mendapatkan program Pamsimas II di Desa Banyumas. Mereka mengaku terbantu dengan adanya Pamsimas yang bisa mengatasi persoalan air bersih. Apalagi di Desa Banyumas, merupakan desa pertama kali di Lamsel yang sudah menggunakan jamban sehat melalui program Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Sehingga adanya program Pamsimas bisa berkolaborasi dengan program sanitasi. Kalau saja tidak ada program Pamsimas, mungkin program sanitasi juga tidak akan berhasil karena tidak adanya air. Mantan Kepala Desa Banyumas, Kecamatan Candipuro, Gunawan mengaku, sejak desanya pertama kali mendapatkan bantuan sarana air bersih dari Pamsimas. Masyarakat tidak lagi mengeluhkan air bersih layak konsumsi dan digunakan untuk sanitasi.

Bahkan dengan management pengelolaan yang baik, desanya mendapat reword dan kembali mendapatkan bantuan kembali. “Tadinya masyarakat kami selalu kesulitan mendapatkan air bersih, tetapi sejak ada Pamsimas sekarang kesulitan itu tidak ada lagi di masyarakat. Kami sangat berterima kasih dengan bantuan Pamsimas,” ujar Gunawan. (Agus Pamintaher)