Proyek Bina Marga dan Bina Kontruksi Lampung Seumur Jagung

778

PRINGSEWU-Proyek rehabilitasi jalan ruas Kalirejo-Pringsewu di Kabupaten Pringsewu seumur jagung. pekerjaan yang baru saja diselesaikan kurang dari 1(satu) bulan sudah terlihat ada kerusakan yang terjadi di beberapa tempat.

Sekretaris Dewan Perwakilan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Team Operasional Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia (DPD LSM TOPAN RI) Kabupaten Pringsewu Vepi Andrianto kepada Newslampung.co mengatakan dirinya mewakili masyarakat sangat kecewa dengan kontraktor yang mengerjakan pekerjaan tersebut.

“Kontraktor harusnya bekerja lebih baik lagi, jangan selalu memikirkan keuntungan pribadi saja, kalau seperti ini kan masyarakat yang dirugikan, sebulan saja belum sudah rusak lagi ini jalan,” ketusnya.

Perlu kita ketahui bersama Proyek Rehabilitasi jalan ruas Kalirejo-Pringsewu pada Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Provinsi Lampung menelan Anggaran Belanja Daerah (APBD) Provinsi sebanyak Rp. 4.036.068.083,00 yang dikerjakan oleh CV. Ghuno Shio yang beralamatkan di Jalan Nangka No.4 Labuhan Ratu, Kedaton Bandar Lampung (Kota) Lampung.

Ditambahkan Epi proyek yang seharusnya dapat dinikmati oleh pengguna jalan, saat ini keadaannya sudah sangat memprihatinkan, ada beberapa titik aspal sudah bergelombang bahkan ada juga yang sudah mengelupas.

” Belum genap sebulan selesai saja sudah kaya gini, apalagi ntar kalo udah berbulan-bulan, pasti sudah rusak parah ini jalan, sekarang tuh liat, sudah pada bergelombang, ada juga yang sudah mengelupas aspalnya, sangat disayangkan kan kalo gini,”ungkap dia

Epi juga menyayangkan saluran drainase di jalan tersebut, sekarang kondisinya sudah ditumbuhi banyak rumput dan tertutup, sehingga di khawatirkan kalau musim hujan terjadi air tidak bisa mengalir dan masuk ke jalan, sehingga dapat merusak jalan tersebut.

“Ini kontarktor ngerjainnya asal jadi aja ini, sepertinya kerjaan ini sudah tidak sesuai spek dan asal jadi saja, lihat saja sekarang aspal sudah bergelombang dan mengelupas, bahkan drainasenya sekarang sudah tertutup lagi sama tanah dan rumput liarnya,” pungkasnya.(Prastiyo)