Rampok Bersenpi Bebas Berkeliaran, Tembak Karyawati BRI Link Hingga Tewas di TKP.

191

KALIANDA– Rampok bersenjata api kembali berkeliatan bebas. Seperti peristiwa yang dialami korban Leli Agustin Binti Mursidi (20) warga Desa Toto Projo Kecamatan Way Punggur, Lamtim.

Karyawati BRI Link itu meregang nyawa, akibat ditembak perampok dua kali, tepat di bagian kepalanya. Peristiwa penembakan oleh perampok yang mengakibatkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian itu, terjadi pada hari Jumat (21/1) kemarin, sekitar pukul 17.15 WIB di Dssa Tambah Subur Kec. Way Punggir, Lamtim.

Informasi yang dapat dihimpun, korban yang berstatus sebagai karyawati BRI Link milik Tri Lestari dan sedang berada di kantornya, tiba tiba sekitar pukul 15.30 WIB didatangi pelaku, yang belum dikenalnya sebelumnya. Saat itu, pelaku datang menenui korban dengan menggunakan kendaraan roda dua (R 2) jenis Ferza Merah. Pelaku saat ini menemui korban dan mengatakan akan mengambil uang 100 jt. Tanpa banyak curiga, korban langsung menjawab bahwa kalau akan mengambil uang jumlah besar harus menelpon dulu. “Ini kan jumlah besar, harusnya nelpon dulu, pak. Kalau saat ini uang sebanyak itu tidak ada, jadi harus disiapkan dulu,” tutur sumber media ini yang tidak mau disebutkan jati dirinya dan masih rekan korban, serta warga disekitar lokasi kejadian ketika menirukan ucapan korban saat memberikan pelayanan ke calon nasabahnya tersebut.

Tak lama kemudian, korban pun kemudian menemui pemilik BRI Link an. Tri Lestari Binti Ngadiman. “Ketika itu, korban sempat mengatakan kepada pemilik BRI Link bahwa cukup curiga kepada pelaku yang sempat mondar mandir di sekitar areal kantor BR setempat,” tambah sumber ini lagi sanbil menyebutkan ciri pelaku berperawakan gemuk, menggunakan celana pendek dan kaos oblong.

Selanjutnya, sekitar pukul 17.15 WIB, pelaku kembali mendatangi ke kantor korban. Sebelum bertemu dengan korban, antara pelaku dan korban berkomunikasi terlebih dahulu melalui HP. “Saat bertemu di kabtor BRI Link, pelaku tak banyak bicara dan langsung saja merampas uang yang sudah disiapkan korban didalam tas. Setelah berhasil merampas tas berisikan uang puluhan juta yang diperkirakan berjumlah sebanyak 50 juta rupiah, pelaku bergegas menaiki motor untuk melarikan diri.

Saat itu, lanjut sumber media ini, korban menjadi panik dan berusaha menarik badan pelaku yang sudah bersiap tancap gas motor untuk kabur. Tak ingin aksinya tertangkap, pelaku yang sedang ditarik korban di bagian badannya itu, langsung mengeluarkan senjata api dan langsung melakukan pebembakan ke bagian kepala korban sebanyak dua kali. Akibat itu, korban pun tersungkur bersimbah darah dan seketika itu tewas di lokasi kejadian. (asof)