Ratusan Masyarakat Demo Status Tanah Register, Dua Dewan Lamsel Dari PKS dan Gerindra Mendadak Viral

414

KALIANDA- Mendekati pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu), pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang, dua anggota dewan Lamsel dari dua partai berbeda mendadak jadi viral. Kedua dewan Lamsel yang mendadak jadi viral tersebut dikarenakan ratusan pendemo yang menuntut perubahan status tanah register 1 Way Pisang, secara spontanitas mengelu-elukan, kedua anggota dewan yang hadir di tengah tengah para pendemo di lapangan korpri pemkab Lamsel, Rabu (31-1-2024).

Dua anggota dewan itu, adalah Andi Apriyanto dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Sulistyono dari Partai Gerindra. “Mana anggota dewan yang lain, jangan sembunyi. Sudah lebih satu jam, kami demo disini tapi hanya ada dua anggota dewan saja yang peduli nenemui kami. Mana, dewan yang lain. Ini semua rakyat mu, yang datang minta keadilan untuk dapat haknya. Penuntasan tuntutan perubahan status tanah hutan, tidak dapat ditunda tunda lagi,” teriak Ketua Formaster Suyatno, pada orasinya.

“Wabil khusus terima kasih sama pak dewan yang sudah bersedia hadir mendengarkan keluhan kami,” tambah Suyatno. dengan nada suara yang lantang. Disisi lain, Ketua Formaster ini meminta para pendemo agar di Pemilu nanti untuk tidak golput. “Tapi, sepaka kita pilih Caleg yang peduli dengan keluhan kita. Seperti, pak Andi dari PKS dan pak Sulis dari Gerindra ini. “Saya ingin berjuang bersama masyarakat menuntaskan tuntutan nasyarakat. Sudah bertahun tahun, sejak tahun 70-an keinginan perubahan status tanah hutan sampai sekarang belum kita dapatkan. Hidup rakyat, hidup rakyat, hidup rakyat,” teriak Ketua Formaster sambil pegang mikrophon berdiri diatas bak mobil truk.

Sementara itu, anggota dewan Lamsel Andi Apriyanto yang juga sebagai caleg dari PKS dan anggota dewan Sulistyono yang juga sebagai caleg dari Partai Gerindra menjelaskan saat ini, banyak anggota dewan yang sedang sibuk bertugas di lapangan. “Ada yang sedang menghadiri Musrembang Kecamatan, ada juga yang sedang reses, dan ada juga yang sedang kampanye mengurus pencalonannya,” kata Andi. Menurutnya, masyarakat 7 desa yang sedang demo ini, masyarakat yang tinggal di dapil 3. “Dan, saya sebagai anggota dewan dan Caleg dari PKS di Dapil 3, berkewajiban mengawal sampai tuntutan masyarakat bisa tercapai,” janji Andi, ke awak media.

Ditempat yang sama, anggota dewan lainnya Sulistyono yang juga sebagai Caleg DPRD Lamsel dari Partai Gerindra menyatakan prihatin. “Ini masalah, sudah lama sekali, ya kok gak selesai selesai. Dari 7 desa yang demo ini, saya juga merasakannya karna saya tinggal di desa Karang Sari. Satu dari tujuh desa yang tanahnya berstatus register 1 Way Pisang. Dan, desa lainnya adalah Desa Kemukus, Sri Pendowo, Lebung Nala, Sumber Sari, Gandri, dan Marga Jasa,” pungkas anggota dewan dari Partai Gerindra ini.

Lebih lanjut Sulityono berharap perjuangan masyarakat yang sudah berlangsung selama bertahun tahun ini, dapat segera selesai, dengan mendapatkan pembebasan status tanah hutan dari Pemerintah Pusat. “Ini, sudah jadi impian warga di 7 desa yang demo ini. Saat ini, sudah tidak ada hutan lagi tapi sudah penuh dengan pemukiman warga,” tukas Sulistyono ke awak media.

Kesempatan itu, anggota Dewan Lamsel Andi Apriyanto, yang juga sebagai Caleg DPRD Lamsel Dapil 3 dari PKS mengatakan bahwa sebagai wakil rakyat menghimbau ke masyarakat bahwa sebuah perjuangan itu tidak semudah seperti membalikkan tangan. “Makanya, saya minta kepada masyarakat untuk terus berpartisipasi. Khususnya nanti di Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden. Ini perjuangan harus terus berjalan tapi Pemilu juga harus berjalan dengan baik. Pilihlah, wakil wakil yang dianggap oleh masyarakat mewakili aspirasi mereka. Itu yang akan menjadi dasar mereka, agar perjuangan yang panjang ini, dapat tercapai secepatnya,” harap anggota dewan lamsel yang juga tercatat sebagai caleg DPRD Lamsel Dapil 3 dari PKS ini.

Ungkapan serupa dikatakan anggota dewan Sulistyono, juga tercatat sebagai caleg DPRD Lamsel Dapil 3 dari Partai Gerindra. Sulistyono meminta masyarakat untuk tetap fokus berjuang untuk mendapatkan pembebasan status hutan sampai berhasil. (asof)