Tambang Emas Ilegal di DAS Sungai Batang Natal Semakin Marak

220

Newslampung.com Permasalahan sungai Batang Natal maupun anak sungainya seperti sungai Batang Natal, sungai Parlampungan di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, yang bertahun-tahun telah tercemar akibat ulah penjahat pengusaha tambang emas ilegal tersebut sepertinya hingga saat ini sudah seperti “lingkaran setan”.

Ada kesan aparat hukum dan pemerintah melakukan pembiaran yang mengakibatkan hujan tak hujan siang dan malam sungai menjadi berlumpur, kotor dan berwarna kecoklatan sehingga banyak ikan yang mati.
Ada pun pengusaha Tambang ilegel diduga istilah Nyan Di Batang ada payung Aman Tambang illegal

7/12/2020 Tambang emas ilegal di daerah aliran sungai (DAS) Batang Natal semakin merajalela dan penegak hukum seperti pihak kepolisian pun siap tutup mata. Akibatnya kerusakan lingkungan tidak dapat dihindari dan alur sungai Batang Natal pun sudah menyempit dan tidak beraturan.

Kalau pun dikatakan tambang emas ilegal untuk mencari sesuap nasi, itu hanya bagi segelintir masyarakat saja. Namun yang jelas pengusaha tambang emas ilegal kian hari tambah kaya raya seperti sapril tambang kaluang Rizal dan lain – lain.

Siang dan malam sungai Batang Natal keruh akibat aktivitas pengusaha tambang yang mencemari sungai Batang Natal. Akibatnya ratusan bahkan ribuan masyarakat di tiga kecamatan pantai barat pun menjadi korban dampaknya karena tak bisa menggunakan air sungai untuk mandi dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Aktivis LSM Gempur ubanauli SH mengungkapkan, aparat penegak hukum (APH) di daerah sudah tidak bisa lagi diharapkan untuk memberangus aktivitas tembang emas ilegal di wilayah ini. Jadi sudah sepantas aparat penegak hukum tingkat pusat yang harus turun ke daerah.

“Kalau Kapolda tidak mempan lagi untuk menutup tambang emas ilegal di Batang Natal, harus dari Mabes Polri di Jakarta,” tegas Uba. SH di Ampung Padang

Pantauan wartawan selama dua minggu terakhir di Batang Natal, akhir Juli hingga Desember 2020 ini, alur sungai Batang Natal dan anak sungai Batang Natal sekira 200 -an lebih alat berat (beko) meluluhlantakkan DAS sungai Batang Natal demi memperkaya pribadi toke Sere di Mandailing Natal tanpa memperdulikan kerusakan lingkungan atau ekosistem di lokasi DAS sungai Batang Natal( St. Sof)