Adanya Laporan Masyarakat, Komisi III DPRD Lampung Selatan Sidak Pembangunan Gedung SMPN 1 Palas.

116

Lampung Selatan-Terkait adanya laporan masyarakat, ketua beserta anggota komisi III DPRD Lampung Selatan sidak pekerjaan pembangunan infrastruktur serta pembangunan gedung sekolah yang ada di Kabupaten Lampung Selatan.

Seperti di kutif melalui, sumsel co.id, bahwa pembangunan yang bernilai milyaran rupiah tersebut dikucurkan dari dana APBD Lampung Selatan. Dinilai oleh ketua komisi III dan anggota tidak berkualitas serta tidak maxsimal yang kekuatannya tidak akan bertahan lama.

Pasalnya, pembangunannya banyak kejanggalan-kejanggalan dan tidak sesuai dengan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Baru selesai di Provisional Hand Over (PHO) pekerjaan gedung sekolah SMPN 1 Palas kayu yang di gunakan sudah keluar serbuk atau bukan kayu yang berkwalitas.

Begitu juga dengan rabat beton yang di desa Mandala Sari sudah retak dan pecah, serta drainase yang berada di desa Kedaung kecamatan Sragi sudah mulai pecah dan rontok.

Adapun pekerjaan yang di sidak antara lain pembangunan gedung sekolah SMPN 1 yang ada di kecamatan Palas, pembangunan infrastruktur jalan hotmix dan jalan rabat beton yang ada di Margasari serta pembangunan drainase di Kecamatan Sragi.

Ketua komisi III DPRD Lam-Sel Rosdiana mengatakan,Rehab gedung sekolahan SMPN 1 dan juga drainase yang ada di Kedaung Kecamatan Sragi beserta pembangunan jalan hotmix dan rabat beton yang ada di Desa Mandalasari.

Rosdiana ketua dari Komisi III DPRD Kabupaten Lampung Selatan beserta anggotanya, Suhar Pujianto, Jinggis Khan Haikal, Deden Alindo, Didi Maryanto,serta M Kitas secara serentak meninjau dan turun langsung ke lokasi pekerjaan. Kali ini, kami mengunjungi sekolah, Rehab sekolah SMPN 1 yang ada di kecamatan Palas.

Komisi III menilai itu tidak sesuai dan tidak berkwalitas,dari kayu saja sudah keluar bubuknya nya,Dan kami juga melihat dinding sudah kelihatan retak di bagian gedung yang direhab. Keramik mushola juga sudah pecah dan tidak ada perbaikan dari pihak rekanan janjinya akan di perbaiki nyatannya tidak ada sampai sekarang.

Kami harap kepada pihak rekanan agar segera diperbaiki murid-murid sekolah sekarang sudah mulai tatap muka,jadi kasihan anak – anak kena dampak debu dari kayu menjadi tidak sehat.cetusnya

Selanjutnya pembangunan drainase yang panjangnya 470 M kita sudah sama-sama melihat bentuk pembangunannya yang tidak berkualitas dan kami minta kepada dinas terkait dan rekanan agar segera di perbaiki.

Lanjutnya”pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk pembangunan akan tetapi setelah di bangunkan hasilnya tidak berkualitas alias tidak memuaskan masyarakat setempat.

Kami dari Komisi III sudah turun ke lokasi,kamipun akan panggil pihak rekanan dan dinas terkait apabila sudah Rapat Dengar Pandapat (RDP) nanti,kami juga akan kasih sanksi kepada pihak rekanan supaya kedepannya tidak lagi di berikan pekerjaan.

Sebab hal ini bukan saja masyarakat yang di rugikan akan tetapi pemerintahpun ikut di rugikan khususnya.tegasnya.(*/asof).