Hadiri Pagelaran Wayang Kulit dan Bersih Desa, Nanang Ajak Masyarakat Lakukan Vaksin Dosis 3 dan Lestarikan Seni Budaya

104

TANJUNG BINTANG – Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto didampingi sejumlah pejabat Pemkab Lampung Selatan, menghadiri pagelaran wayang kulit dan pesta rakyat dalam rangka bersih desa serta serangkaian HUT ke – 77 tahun RI di Desa Budi Lestari, Kecamatan Tanjung Bintang, Rabu malam (17/8/2022).

Dalam sambutannya, Nanang menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada semua pihak dan elemen masyarakat yang telah bersama-sama menyelenggarakan Pesta Rakyat, Pentas Seni Wayang Kulit sekaligus Ritual Bersih Desa yang dikemas dalam peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI Tahun 2022.

“Tentunya kita semua berharap momentum ini dapat meningkatkan rasa syukur kita atas segala keberkahan yang Allah SWT berikan kepada kita semua, khususnya bagi seluruh masyarakat Desa Budi Lestari,” ujarnya.

Nanang menjelaskan, tradisi Bersih Desa atau yang biasa kita sebut sebagai sedekah bumi, hakikatnya merupakan metode atau cara para ulama kita dahulu untuk menyatukan berbagai kelompok dari setiap perbedaan.

Setiap tradisi yang baik, apalagi dibuat oleh para wali patut kita lestarikan. Karena tradisi yang diajarkan tersebut semuanya baik, sebab mengandung unsur pemersatu setiap perbedaan budaya di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, kegiatan pesta rakyat dan bersih desa malam hari ini kita harapkan dapat menjadi sarana interaksi sosial seluruh warga masyarakat secara lebih intensif, rangkaian kegiatan Pesta Rakyat dan Bersih Desa ini harus kita jadikan tradisi positif.

“Saya juga mengapresiasi pagelaran Pentas Seni dan Wayang Kulit. Seni pewayangan merupakan warisan budaya yang mesti dipertahankan dan harus kita jaga kelestariannya. Mari kita jaga tradisi kita, dengan gelaran wayang kulit ini, tentunya menjadi penyemarak perayaan HUT ke-77 Kemerdekaan RI,” terang Nanang.

Dijelaskan Mahbud, dirinya menganggap bahwa kesenian tradisional haruslah di lestarikan sebagai wujud kepedulian akan keberlangsungan warisan budaya bangsa Indonesia seutuhnya.

“Disamping untuk menghibur, ini juga sebagai sarana pengetahuan kepada masyarakat bahwa kesenian wayang merupakan warisan budaya yang mempunyai nilai seni yang tinggi,” jelasnya.

“Mudah-mudahan kedepan kegiatan ini bisa terus kami laksanakan setiap tahunnya sebagai bentuk syukur atas limpahan berkah yang diberikan ke desa kami sekaligus mempererat kebersamaan antar warga dalam bergotong-royong pada setiap kegiatan pembangunan desa,” pungkasnya. (Ant/asof).