Politisi Senior Alzier Dinilai Banyak Pihak Berjiwa Dermawan

148

Bandarlampung – Banyak yang penasaran, apa rahasia jiwa dermawan politisi senior Lampung Alzier Dianis Thabranie. Melalui podcast musisi Angga The Potters, Alzier membuka rahasia itu.

“Saya sejak kecil senang traktir kawan. Saya kumpulin untuk Makan Enak Omong Kosong. Istilahnya MEOK,” kata Alzier membuat Angga kaget. Sebab di era milenial saat ini, jarang ada yang mau bandarin makan. Biasanya mereka bill (bayar) masing-masing alias split bill. “Harusnya yang punya duit pekalah,” sindir Angga di akun YouTube Gallery RA24.

Menurut Alzier itu mis manajemen. “Jangan pelit-pelit sama kawan. Sebab kawan itu yang nolong kita, membuka pintu rejeki kita,” pesan Alzier.

Jiwa dermawan Alzier juga tumbuh dari faktor gen. Sejak kecil ibunya sering memberinya duit. Tak hanya itu, saudara-saudara juga setiap datang ke rumahnya selalu dikasih uang dan dibantu ibunya.

“Pernah saya dipanggil di dapur oleh ibu. Tiba-tiba ibunya menjatuhkan uang dari sarungnya. Saya disuruh ambil,” kenang Alzier sambil tertawa.

Akhlak rajin sedekah inilah yang membuat Alzier bersinar. Banyak teman, terkenal dan disukai. Alzier membantu kawan sejak dari susah. Jadi begitu jadi pejabat, mereka dengan senang hati membalas Budi kebaikan Alzier.

“Teman saya banyak. Ada tentara, polisi, pengusaha, pejabat. Jadi kalau ada apa-apa, saya gampang minta tolongnya,” kata ketua Golkar tiga periode ini. Inilah yang tak banyak dilakukan orang. Alhasil, begitu menjabat justru makin pelit. Akibatnya, pejabat itu disumpahi dan dijauhi orang.

Kekuatan sedekah sejak kecil inilah yang Alzier sebut sebagai investasi sumberdaya manusia. Membantu orang sejak masa sulit. Sehingga kebaikan Alzier terus dikenang sampai seseorang itu berhasil dalam hidupnya.

Namun demikian, lanjut Alzier, tidak semua orang yang dia bantu akan baik padanya. Ada juga yang berkhianat. Misalnya, ada PNS dari daerah naik bis ke Bandar Lampung. Dibantu, dijadikan ketua partai dan dimodali jadi anggota Dewan tetapi justru berkhianat.

“Itu sebabnya perlu ikhlas dalam sedekah. Jangan pernah berharap kepada manusia. Berharaplah dari Allah. Cari ridho-Nya,” pungkasnya. (Asof)