TERLALU BANYAK PROGRAM SEREMONIAL, ARINAL-NUNIK DITAKSIR TAK MAMPU PENUHI 33 JANJINYA dan GAGAL WUJUDKAN “LAMPUNG BERJAYA”

214
Ketua Umum PENA (Pengawas Pembangunan Provinsi Lampung), Alzier Dianis Thabranie

Alzier : “Arinal-Nunik Berpotensi Ulangi Kepemimpinan Daerah Yang Gagal Perbaiki Kebutuhan/ Kesejahteraan Rakyat”

BANDARLAMPUNG—Sejumlah pihak kini mulai meragukan capaian kinerja Gubernur Lampung Arinal Djunaidi untuk mewujudkan janji janji kampanyenya yang terbingkai dalam “Rakyat Lampung Berjaya” yang berisikan 33 janji prioritas kerja buat masyarakat Lampung. Keraguan sejumlah pihak itu, cukup beralasan karena sejak Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim alias Nunik, dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung pada 12 Juni 2019 lalu, belum terlihat secara jelas satu pun program kerja untuk wujudkan 33 janjinya tersebut. “Jangankan, mewujudkan 33 janji program kerja. Satu janji program kerja saja belum mampu diwujudkan Arinal,” sebut Ahmad S, ke media ini Jumat (12/6) siang.

Itu menandakan, lanjut Ahmad, 33 janji yang terbingkai dalam “rakyat lampung berjaya” sebagai program unggulan dari Gubernur Arinal tidak memiliki net work planning yang tepat. “Sehingga, 33 janji Arinal itu dapat berpotensi sebagai program “abal abal” saja. Tujuannya, hanya untuk menarik simpati masyarakat saat kampanye Pilgub lulu,” sebut Ahmad.S, pendiri dan pengurus Swarna Dwipa Pesawaran, ke media ini, Jumat (12/6). Mantan Ketua dan Anggota Panwas Pemilu untuk Pilpres, Pilgub, Pileg, dan Pilkada ini meminta Gubernur Lampung untuk tidak terlena dan dapat segera mewujudkan janji janji politiknya dalam program pembangunan di Provinsi Lampung agar masyarakat percaya dengan duet kepemimpinan Arinal-Nunik.

Terpisah, Ketua Umum PENA (Pengawas Pembangunan Provinsi Lampung), Alzier Dianis Thabranie, yang dihubungi media ini, mengatakan belum terbuktinya satu janji pun dari 33 janji yang dibuat Arinal-Nunik saat mencalonkan diri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung merupakan gejala awal yang sangat mengkhawatirkan untuk memperbaiki kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat Lampung. “Hal ini berpotensi besar mengulangi kepemimpinan yang gagal. Sebab sudah satu tahun kepemimpinan beliau belum tampak perubahan nyata dalam pembangunan, seperti yang telah dijanjikan ke masyarakat. Sudahlah, masyarakat jangan banyak dibohongi terus dengan janji janji palsu,” kata Alzier.

Menurut Tokoh Masyarakat Provinsi Lampung ini, sejak Arinal-Nunik dilantik secara aktif telah memantau dan mengawasi gebrakan pembangunan yang akan dibuat gubernur. “Ternyata satu tahun ini, kerjanya terlalu banyak yang seremonial tidak bermanfaat untuk rakyat kita masyarakat Lampung. Jika begini, bagaimana visi misi dengan 33 janji kampanye yang terbingkai dalam “Lampung Berjaya” dapat diwujudkan untuk kemakmuran masyarakat. Sudah saatnya lah, Arinal sebagai Gubernur Lampung itu sadar, bahwa sudah saatnya urusin kesehahteraan masyarakat Lampung dan perubahan pembangunan di Lampung,” tambah Alzier, sambil mengatakan jika sudah satu tahun ini memimpin tidak ada secara nyata dan faktual yang dikerjakan Arinal-Nunik sebagai Gubernur Lampung dalam melakukan perubahan pembangunan untuk 15 kab/kota se-Lampung, maka bagaimana mau buat generasi muda se-Lampung bisa mandiri. “Jadi, jangan banyak omong kosong alias OMDO saja untuk buat Lampung Maju dan Berdaya Saing,” imbuhnya.

Lebih jauh, Alzier pun memberikan motivasi bahwa secara geografis Lampung merupakan daerah yang sangat menguntungkan karena provinsi terdekat dengan pulau Jawa. Begitu juga dengan sumber daya alam dan budayanya sangat hebat. “Semestinya, potensi ini dapat menjadi energi sendiri untuk percepat pembangunan dan pencapaian kesejahteraan masyarakat Lampung. Saya harap saudara ku Arinal dapat bekerja nyata untuk wujudkan janji2nya dengan memperkecil kegiatan yang bersifat seremonial,” himbau Alzier seraya mengingatkan jangan menodai kepercayaan masyarakat dengan janji janji palsu.

Untuk diketahui, dikutif melalau Sinarlampung.co, bahwa usai pelantikan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, telah dipaparkan 6 misi “Rakyat Lampung Berjaya” dan 33 janji kerja untuk program prioritas. Enam Visi itu , untuk lima tahun “Rakyat Lampung Berjaya”, dimaksudkan sebagai masyarakat yang memenuhi kondisi aman, berbudaya maju dan berdaya saing serta sejahtera.

Enam misi itu, pertama adalah menciptakan kehidupan yang religius, berbudaya, aman dan damai. Kedua mewujudkan good Governance, ketiga mengembangkan upaya perlindungan anak, pemberdayaan perempuan dan kaum difabel. Kemudian yang keempat, mengembangkan infrastuktur. Selanjutnya, kelima membangun kekuatan ekonomi berbasis pertanian dan wilayah perdesaan dan yang terakhir yakni yang keenan adalah mewujudkan pembangunan daerah berkelanjutan.

Gubernur Arinal berkomiten melalui 33 janji kerja yang akan diimpelentasikan kedalam program prioritas, yang antara lain di bidang Pertanian melakukan upaya peningkatan kesejahteraan petani melalui Program Kartu Petani Berjaya, Bea-Mahasiswa Pertanian, memberantas peredaran pupuk palsu, revitalisasi lada.

Lalu, peningkatan daya saing komoditi unggulan (kopi, kakao, jagung, singkong dan udang), memfungsikan BUMD untuk produk pertanian dan peningkatan kesejahteraan nelayan. Dari segi Pariwisata, Arinal akan mendorong berbagai Festival dan pengembangan destinasi wisata. Selain itu, Infrastruktur juga menjadi prioritas untuk menjamin konektivitas wilayah dan meningkatkan efisiensi produksi.

Sedangkan di bidang pendidikan, kesehatan dan keagamaan, program prioritas antara lain : Program Smart School dan Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Selain itu, perbaikan kualitas layanan Puskesmas, Lampung Mengaji, memperkuat kerukunan hidup umat beragama, dan memberikan insentif khusus kepada para guru honorer, guru mengaji.

Bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, kemudian kualitas dan pemerataan pelayanan publik melalui Program Lampung Ramah usaha dan Reformasi Birokrasi. Lampung juga harus menjadi Provinsi yang ramah perempuan dan anak. Kemudian mendorong generasi muda Lampung menjadi Pemuda Mandiri melalui berbagai aktivitas kompetisi dan festival seni dan olahraga antara kalangan muda berbasis komunitas, pengembangan kreativitas pemuda dan menggalakkan budaya malu menganggur. (*/sof)