BUPATI HADURI SILATURAHMI PELAKU UKM NATAR

210

NATAR – Bupati Lampung Selatan hadiri Silaturahmi Pelaku Usaha Kecil Mikro (UKM) di Kecamatan Natar, Jum’at (18/9/2020).

Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto dengan didampingi Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Dapil setempat Farida Ariani dan Sugiarti dari Fraksi Hanura, Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lampung Selatan Yani Thamrin serta Camat Natar Eko Irawan.

Dalam silaturahmi pelaku UKM yang digelar di Desa Negara Ratu Natar tersebut Nanang Ermanto mengatakan, “tadi saya melihat pengrajin gerabah, ini merupakan asset kekayaan Natar khususnya Desa Negara Ratu”, katanya.

“Ini merupakan asset yang mampu meningkatkan perekonomian, tinggal bagaimana Pemerintahan Desa bias memasarkan asset-aset yang ada di Desa Negara Ratu”, ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Nanang juga memberikan semangat kepada para pelaku UKM dengan menceritakan jalan hidupnya mulai dari anggota Bapan Permusyawaratan Desa (BPD) hingga menjadi Bupati Lampung Selatan.

“Dulu saya menjadi anggota BPD lalu menjadi Kepala Desa (Kades) hingga menjadi anggota DPRD Lampung Selatan, dipilih menjadi Wakil Bupati lalu menjadi Plt. Bupati hingga sekarang menjadi Bupati Definitif. Untuk itu saya meminta kepada para pelaku UKM harus tetap semangat menjalani profesi, jangan mudah berputus asa karena kita tidak tahu masa yang akan datang. Didik anak-anak kita dengan baik, sehingga mampu menjadai generasi yang cerdas, kuat, handal dan dapat diandalkan”, ungkap Nanang.

Lakukan inovasi dalam membuat kerajinan, sehingga masyarakat pembeli dapat mudah dalam memilih barang sesuai yang dibutuhkan. Di era digital saat ini UKM tidak bisa berpaku pada masyarakat yang datang mengunjungi saja, pelaku UKM harus mampu menggunakan teknologi dengan melakukan penjualan memanfaatkan internet”, jelas Nanang.

“Begitu banyak keuntungan jika pelaku UKM memanfaatkan Internet dangan baik. Para pembeli dapat dengan mudah mengakses barang tanpa harus mengunjungi gerai pelaku UKM, transaksi melalui Banking sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupan ekonomi pelaku UKM yang langsung berdampak pada pekerja itu sendiri”, papar Nanang.

“Saya juga meminta kepada Pemerintahan Desa untuk dapat melakukan pendampingan kepada para pelaku UKM. Hasil kerajinan para pelaku UKM dapat dipasarkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), sehingga memudahkan pelaku UKM mejajakan kerajinannya. Dan hal tersebut secara tidak langsung dapat membantu BUMDES untuk terus menjalankan usaha milik desa”, cetus Nanang .(AU/sof)