Paluma Nusantara dan Dinsos Lamsel Sosialisasikan Masyarakat Daerah Rawan Bencana Tangguh Siap, Penyandang Disabilitas Ditargetkan Mandiri Ekonomi

25

KALIANDA- Paluma Nusantara kembali melakukan sosialisasi ke masyarakat Lampung Selatan (Lamsel). Kali ini, Paluma Nusantara bekerjasama dengan Dinas Sosial Pemkab Lamsel untuk melakukan sosialisasi program peningkatan ketangguhan masyarakat khususnya untuk masyarakat penyandang Disabilitas di daerah rawan bencana, Lamsel.

Kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan di Aula Bapeda Lamsel, pada Selasa (30-1-2024). Hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Bapak Supron dari Pertumi Lampung, Bapak Nanang Priyana dari Paluma Nusantara, Umi Azizah dari Paluma Nusantara, dan Sekretaris Dinas Sosial Pemkab Lamsel Bapak Jupri.

Dalam penjelasannya, Paluma, Nusantara yang diwakilkan oleh Umi Azizah mengatakan pertemuan organisasi penyandang disabilitas ini, sangatlah penting guna menciptakan ketangguhan masyarakat di daerah rawan bencana. Menurutnya, dalam undang undang No. 8 tahun 2016, yang dimaksud penyandang Disabilitas itu adalah setiap orang yang memiliki keterbatasan fisik, intelrktual, mental, dan sensorik dalam jangka waktu yang lama berinteraksi dengan lingkungannya mengalami kesulitan. Dan, dalam program sosialisasi ini, yakni program tangguh siap, yang akan menjadi salah perhatian kita adalah pendampingan organisasi penyandang disabilitas tingkat desa. “Kegiatan ini dimulai dengan melakukan pendataan dengan berbasis hambatan dengan menggunakan metode WGQ (Mashington Group Quistion). Setelah ada data, lalu dilakukan klasifikasi berdasarkan hambatan,” jelas Umi Azizah, Selasa (30-1-2024).

Lebih lanjut dijelaskan Nanang Priyatna, bahwa klasifikasi penyandang disabilitas tersebut dilakukan pula berdasarkan passion dari masing masing penyandang disabilitas. “Utamanya, yang mempunyai potensi untuk kembangkan potensi ekonomi masyarakat, dengan tujuan untuk kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas,” tandas Nanang.

Sedangkan Sekretaris Dinas Sosial Pemkab Lamsel, Jupri mengatakan pembentukan Opdis tingkat desa akan mempermudah pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan dan penyaluran bantuan sosial di masyarakat. “Opdis tingkat desa yang sudah terbentuk, akan melakukan jejaring hambatan yang berada di desa. Opdis desa akan bekerja secara berkelanjutan dengan opdis tikat kabupaten. Ini, untuk mempermudah dalam metode penyaluran bantuan sosial dan metide pembinaan yang akan diberikan opdis kabupaten untuk penciptaan kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas di desa tersebut,” pungkas Jupri, seraya mengatakan peningkatan peran dan partisifasi keluarga dalam berinteraksi dengan penyandang disabilitas. Jadi, pengetahuan dan edukasi dari keluarga akan menciptakan pentandang disabilitas lebih memahami dan mengerahui hak hak nya,” jelas Jupri.

Kesempatan itu, Jupri sempat memberikan apresiasinya kepada Paluma Nusantara dalam menciptakan masyarakat tangguh, terutama pada masyarakat penyandang disabilitas di daerah yang rawan bencana. “Sosialisasi ini penting untuk diikuti penyandang disabilitas, agar dapat lebih paham hak haknya, dan dapat mengenbangkan dirinya dalam menciptakan kemandirian ekonominya,” tambah Sekretaris Dinas Sosial ini. (asof)