Rakor Percepatan KPB, Dinilai Hanya “Live Service” Untuk Kepentingan Politik

181

Alzier : “Seharusnya Sejak Awal, Ini mau habis jabatan baru rakor percepatan”

KALIANDA– Rapat percepatan kartu petani berjaya (KPB), yang dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, pada Senin (7/2) lalu di Mahan Agung, dinilai sejumlah kalangan masyarakat Lampung hanya “live service” untuk kepentingan politik di pilgub mendatang. Selain itu, rapat koordinasi itu masih bersifat janji-janji belaka ke para petani guna meredam kekecewaan masyarakat Lampung yang menginginkan KPB direalisasikan.

Terkait itu, tokoh masyatakat Lampung Alzier Dianis Thabrani, mengaku sangat sedih dengan nasib petani. Saya memahami, para petani di Lampung masih berharap KPB terealisasi, seperti yang dijanjikan Arinal, di Pilgub tahun lalu. Tapi, tidak terbukti fakta nya di lapangan..!!! “Seharusnya sejak awal, ini sudah mau habis jabatan, baru rakor mau dipercepat, hehe,” tukasnya ke media ini, melalui sambungan teleponnya saat dihubungi, Selasa (8/2).

Sebelumnya diketahui melalui sejumlah media online di Bandar Lampung, bahwa Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memimpin langsung rapat koordinasi, terkait KPB. Dilangsir di laman instagram dikominfotik Prov Lampung dan podcast bos di Bung Aab, dikabarkan bahwa, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memimpin rapat pembahasan terkait program Kartu Petani Berjaya (KPB) didampingi Ketua KTNA Provingsi Lampung Hanan Rozak dan staf ahli IT Gubernur Lampung Syopiansyah Jaya Putra di Mahan Agung, Senin (7/2)

Rapat itu juga diikuti oleh asisten perekonomian dan pembangunan, kepala Bapeda, Kadis Kelautan dan Perikanan, Kadis PMDT, Kadis Peternakan dan Keswan, Kadis Penanaman Modal dan PTSP, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan. Lalu, Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Kadis Kehutanan, Kadis Kependudukan dan Capil, Karo Perekonomian, Plt Perkebunan, dan Sekretaris Dinas Kominfotik Provingsi Lampung. (asof)